Selasa, 19 November 2019

4 Tips Menulis Contoh CV untuk Gen Z yang Minim Pengalaman Kerja

Dahulu, contoh CV dua halaman sangat populer untuk para Gen X atau mereka yang lahir di tahun 1960-an sampai akhir 1970-an. Hal ini karena ada banyak informasi yang perlu dimasukkan ke dalam CV mereka saat melamar kerja.

Tapi seiring waktu, kini trend contoh CV semakin ringkas. Generasi Millennials (lahir 1980-an sampai akhir 1990-an) misalnya,lebih memilih untuk membuat CV atau resume dalam satu halaman saja. Hal ini karena di masanya, sudah ada teknologi maju yang bisa memudahkan proses seleksi CV. Semakin ringkas, semakin mudah pula perusahaan mengtahui informasi seseorang. Efisien.

4 Tips Menulis Contoh CV untuk Gen Z yang Minim Pengalaman Kerja

Kini, Generasi Z atau mereka yang lahir di awal tahun 2000-an hingga sekarang, sudah mulai memasuki usia kerja. Mereka, kini terlihat ringkas lagi dalam membuat CV. Bahkan, banyak dari mereka yang tidak mempersiapkanya. Hal ini karena kini sudah ada banyak situs profesional di mana mereka bisa menyimpan pengalaman profesional.

Sehingga contoh CV dua halaman atau satu halaman menjadi kurang relevan di mata para Gen Z. Walau begitu, Gen Z tetap saja harus berurusan dengan HRD perusahaan yang terkadang masih melakukan proses seleksi lamaran kerja secara biasa yaitu melalui CV.

Karena menuliskan informasi di dalam CV dan situs profesional sangatlah berbeda, berikut ini adalah tips menulis CV untuk Gen Z yang minim pengalaman kerja dan baru mau memulai dunia profesional.

1. Promosikan Skill dan Sertifikasi

Jika mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja akan menonjolkan pengalaman tersebut di dalam CV, untuk Gen Z yang belum memiliki banyak pengalaman, bisa mencoba untuk menonjolkan skill. Saat selesai uliah atau studi, tentu saja kita akan memiliki satu skill yang bisa kita manfaatkan di dunia profesional. Misalnya desain, menulis, menghitung, atau bakat lainnya. Kita bisa memasukaan skill tersebut di dalam CV tanpa harus mengkhawatirkan kolom pengalaman yang hanya sedikit.

Akan lebih baik jika skill yang kita cantumkan juga didukung dengan sertifikasi. Jadi, kita tidak sembarangan mengklaim memiliki skill. Tapi juga sudah terbukti dari pelatihan dan sertifikasi lainnya.

2. Masukkan Portfolio

Jika memang kita tidak memiliki sertifikasi yang bisa mendukung keotentikan skill kita, maka kita bisa mencantumkan portfolio di dalam CV. Jika kita menggunakan CV cetak, kita bisa melampirkan portofolio dalam halaman yang terpisah dari CV. Namun, jika kita mengirimkan CV dalam bentuk digital atau surat elektronik, maka kita bisa memasukkannya dalam bentuk link ke situs tempat kita menyimpan portofolio kita.

Atau kita juga bisa memasukkan dan menyertakan alamat profile akun profesional kita seperti di Linkedin, Glints, atau Indeed.

3. Sertakan Pengalaman Kerja

Kita paham jika pengalaman kerja memang tidak banyak bagi para Gen Z. Tapi, bukan berarti tidak ada dan tidak bisa. Jika memang ada, maka hal tersebut akan sangat berguna dan bisa kita sertakan ke dalam CV. CV bagi para pelamar berpengalaman biasanya akan memasukkan pengalaman kerja yang sesuai dengan pekerjaan yang dilamar. Tapi untuk Gen Z yang belum punya banyak pengalaman, masukkan saja pengalaman bekerja tersebut, walaupun tidak terlalu relevan dengan pekerjaa yang dilamar.
Sebuah survey di Amerika Serikat menyebutkan para Gen Z atau mereka yang belum memasuki dunia profesional akan lebih banyak dipanggil interview ketika mereka memiliki pengalaman kerja sebagai waiters, kasir, atau bahkan babysitter.

4. Cantumkan Rekomendasi dan Quotes

Rekomendasi atau reference biasanya memang umum disertakan dalam CV, terutama mereka yang pernah bekerja. Reference ini bisa didapatkan dari mereka yang pernah bekerja dan memimpin kita saat bekerja bersama. Tapi bagi mereka yang minim pekerjaan, kita bisa menggunakan rekomendasi, reference, atau juga quotes dari mereka yang penting dalam hidup kita.
Mulai dari bos atau manager saat kita bekerja, walaupun hanya bekerja sebagai kasir, waiters, maupun babysitter. Kita bisa meminta mereka memberikan statemen positif mengenai diri kita, dan mencantumkannya dalam CV.

Atau, kita juga bisa meminta referensi dari mereka yang memang memiliki kredibilitas untuk menilai kita. Dari teman yang pernah bekerja sama dalam organisasi misalnya. Atau, jika ingin yang lebih baik lagi, kita bisa meminta statemen dari para dosen, profesor, atau guru kita.

Masukkan kata-kata tersebut ke dalam CV sehingga bisa menarik perhatian perusahaan. Nantinya, itu semua bisa menutupi kekurangan pengalaman kerja yang memang masih sedikit. Bagaimana pun juga, kata-kata dari orang lain akan lebih mujarab mempromosikan diri kita dibandingkan kita sendiri. Jadi tidak ada salahnya mencantumkannya ke dalam CV.

Jangan lupa sertakan foto, jabatan, dan hubungan mereka dengan kita secara profesional. Sehingga, perusahaan akan bisa mendapatkan kredibilitas mengenai mereka yang memberikan opini positif tentang diri kita di dalam CV.

Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon